Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang  

PENAMPILAN APIK M. HAFIDZ PADA CABANG KARYA TULIS ILMIAH

Dikirim oleh : Jumaidi | Hist : 30 | Kategori : UIN Raden Fatah Palembang | 28/04/2017 12:38:24 WIB

Banda Aceh - PIONIR VIII - Denga Judul Yang Menantang dari Cabang Karya Tulis Ilmiah dengan Judul PAKAIAN WANITA DALAM AL-QURAN: STUDI PERBANDINGAN PENAFSIRAN ABDUL AL-RAȖF AL-SINGKILÎ DAN QURAISH SHIHAB mengagetkan dewan Juri

PIONIR VIII- UIN Raden Fatah Palembang turut serta mengirimkan delegasinya untuk turun di cabang Karya Tulis Ilmiah yang dilaksanakan di UIN Ar-raniry, Aceh. Pada cabang ini di wakili oleh M. Hafidz mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dengan membawakan tema PAKAIAN WANITA DALAM AL-QURAN: STUDI PERBANDINGAN PENAFSIRAN ABDUL AL-RAȖF AL-SINGKILÎ DAN QURAISH SHIHAB, dengan judul yang dibawakan mahasiswa kelahiran Cairo ini membuat juri semat melontarkan bahwa delegasi dari UIN Raden Fatah Palembang ini Bunuh diri dengan alasan bahwa ABDUL AL-RAUF AL-SINGKILI merupakan ulama yang mashur di Banda Aceh, semua pemikiran-pemikiran beliau tentu berpusat di Aceh, Namun dengan konsep yang matang ini mahasiswa kelahiran 14 Februari 1997 ini dengan percaya diri menjawab bahwa ini adalah tantangan tersendir bagi saya, sontak jawaban tersebut membuat juri menganggukkan kepalanya.

 Pada persentasinya mahasiswa yang masuk di jurusan Tafsir Haditsagkatan 2015 ini menyimpulkan bahwasanya penafsiran Al-Qur’an di Indonesia terus mengalami perkembangan, hal ini dapat kita lihat dari dua penafsiran ayat-ayat Al-Quran mengenai tentang tata cara berpakaian bagi wanita di Indonesia yaitu Abdul al-Ra’ȗf al-Singkilî sebagai salah satu ulama Indonesia yang hidup pada masa klasik yang menghasilkan karya kitab tafsir Tarjumân al-Mustafîd, dan M. Quraish Shihab sebagai ulama Indonesia pada masa kontemporer, yang menulis kitab Tafsir al-Misbah.

Mengenai penafsiran ayat tentang pakaian wanita terbagi menjadi dua pendapat, yaitu:

  1. Menurut Abdul al-Ra’ȗf al-Singkilîbahwasanya wanita wajib untuk memakai jilbab yang menutupi seluruh tubuh serta bagian wajah.
  2. Menurut M. Quraish Shihab bahwasanya wanita tidak wajib memakai jilbab, namun ditekankan bahwasanya tidak wajar menyatakan terhadap mereka yang tidak memakai kerudung, atau yang menampakkan sebagian dari tangannya, bahwa mereka secara pasti telah melanggar petunjuk agama.

Bahwasanya dalam hal berpakaian pun harus memiliki prinsip yang sesuai dengan tuntunan agama, tidak perduli model apapun yang digunakan asalkan tetap dalam koridor prinsip maka itu sah-sah saja. (7myd)

 

Sumber : Humas UIN Raden Fatah