Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang  

KULIAH TAMU PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FITK

Dikirim oleh : Arip Fakultas Tarbiyah | Hist : 55 | Kategori : UIN Raden Fatah Palembang | 26/10/2017 23:30:15 WIB

Palembang - Selasa, 24 Oktober 2017, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Raden Fatah Palembang mengadakan Kegiatan Kuliah Dosen Tamu yang Bertemakan Kepemimpinan Spritual: Model Kepemimpinan dan Strategi Kebudayaan dalam Pembentukan Karakter”.

Bertempat di Ruang Academik Center UIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan kuliah tamu diketuai oleh kaprodi Manajemen Pendidikan Islam Bapak M. Hasbi, M.Ag., dan sebagai dosen tamu yaitu bapak Dr. Zainal Arifin, M.S.I., yang menjabat sebagai sekretaris prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Sekretaris umum Perkumpulan Prodi Manajemen Pendidikan Islam Indonesia (PPMPI). Kegiatan ini sekaligus membahas MoU kerjasama antara Prodi Manajemen Pendidikan Islama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Prodi Manajemen Pendidikan Islam UIN Raden Fatah Palembang mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan kuliah tamu ini di ikuti oleh kaprodi dan sekprodi, dosen-dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta mahasiswa prodi Manajemen Pendidikan Islam khususnya angkatan 2015 – 2017 berjumlah lebih kurang 500 mahasiswa.

Mewakili dekan ibu Dr. Dewi Warna, M.Pd., selaku wakil dekan I dalam sambutannya mengatakan "kepemimpinan spritual merupakan konsep kepemimpinan yang menarik untuk dibahasa dan dikaji sebagai pembaharuan pengetahuan", dan beliau sekaligus membuka kegiatan kuliah tamu ini.

  

  

Bpk Dr. Zainal Arifin, M.S.I., selaku Nara Sumber dalam kegiatan ini mendeskripsikan bahwa Islam Temboro sebagai dampak model kepemimpinan spiritual dan strategi kebudayaan kiai pesantren dalam pembentukan karakter religius masyarakat Temboro sehingga dikenal dengan “kampung madinah”. Perubahan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat tidak bisa dilepaskan dari model kepemimpinan spiritual kiai yang mengintegrasikan otoritas tradisional, karismatik, dan rasional.

Sumber : Team Jurnalis FITK