Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang  

300 Peserta Hadiri Kuliah Tamu Program Magister SPI UIN Raden Fatah Palembang

Dikirim oleh : Fakultas adab dan Humaniora | Hist : 182 | Kategori : Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) | 05/06/2018 14:43:37 WIB

Palembang - 300 Peserta Hadiri Kuliah Tamu Program Magister SPI-FAHUM UIN Raden Fatah Palembang, yang digelar di Akademik Center UIN Raden Fatah, dengan  tema “Gusdur dan Imam Khomeini on Palestine: a Socio-History Perspectives”, Senin (4/6/18).

 

HUMAS-UINRF,-- 300 Peserta Hadir dalam Kuliah Tamu Program Magister Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, yang digelar di Akademik Center UIN Raden Fatah, dengan  tema “Gusdur dan Imam Khomeini on Palestine: a Socio-History Perspectives”, Senin (4/6/18).

Adapun yang menjadi Nara Sumber adalah Dr. Nor Huda, M.Ag., MA dan Dr. Ammar Fauzi dengan Moderator Yulion Zalpa,MA. Kegiatan ini terselenggara atas Kerjasama Program Magister SPI-FAHUM UIN Raden Fatah Palembang bekerjasama dengan Islam Culture and Relations Organization serta Konsuler Kebudayaan Iran.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam pemaparannya Dr. Nor Huda, M.Ag., M.A. (Dekan FAHUM UIN Raden Fatah) mengatakan, bahwa kegiatan ini diadakan bagi para mahasiswa dan Dosen serta tamu undangan, “Diharapkan setelah kegiatan ini dapat memberikan sedikit pencerahan atas Pemikiran dari kedua tokoh dunia ini (Gusdur dan Imam Khomeini) dalam menyikapi kasus di Palestina yangbterus bergejolak sampai saat ini,” katanya .

Dalam paparannya Dr. Ammar Fauzi (Kepala Riset Sekolah Tinggi Filsafat Islam Jakarta) mengatakan, kegiatan ini dapat membuka cakrawala para mahasiswa dan seluruh peserta yang berkesempatan hadir. ”Adapun poin penting dari kedua tokoh dunia ini, yaitu sama-sama menyangkutkan titik berat masalah Palestina ini pada kemanusiaan, dan mereka sama-sama menuntut Israel untuk bertanggungjawab atas kejahatan kemanusiaan ini. Dan keduanya sepakat penjajahan atas Palestina tak dapat di benarkan karena melukai semangat Perdamaian Dunia

Sedangkan perbedaannya menurut Ammar Fauzi yaitu Gusdur dalam pandangannya menitikberatkan pada kebijakan politik, yaitu perebutan lahan dan kekuasaan di wilayah Palestina. Sedangkan imam Khomeini menitikberatkan pada Agama, konflik yang terjadi sebagai  akibat persinggungan dari gesekan agama”.

Ketua Pelaksana Kuliah Drs. Nyimas Umi Kalsum, MA. Mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan sejarah dan sosial kepada mahasiswa bagaiamana akar permasalah yang terjadi pada Palestina dan Israel. “Kita ajak mahasiswa untuk mengatahui sejarah perseteruan kedua negara ini melalui perspektif dua tokoh yakni Gus Dur dan Imam Khomeini dari Iran,” ungkapnya, disela kegiatan di Akademik Center (AC) UIN Raden Fatah Palembang.

dalam Wawancara terpisah Kiki Mikail (Direktur Iran Corner UIN Raden Fatah Palembang) mengatakan bahwa, bidang pendidikan dan budaya menjadi salah satu fokus yang dilakukan untuk membela Palestina dan dalam kegiatan kali ini Kita melibatkan 3 lembaga yakni; Iran Corner serta Konsular Kebudayaan Iran dan Fakultas Adab dan Humnaiora, paparnya. (ARI)

Sumber : Panitia Kuliah Tamu Fakultas Adab dan Humaniora