Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang   Kepada Yth Wali Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN RF Untk menghadiri acara Silaturahmi dan pertemuaan wali MAHASISWA FITK ANGKATAN 2018 pada HARI: JUMAT TANGGAL: 14 SEPTEMBER 2018 Jam: 08.30 SD 11.00 Tempat: Academic Center UIN Raden Fatah  

TNI-POLRI Katakan UIN Raden Fatah Palembang harus berani mencegah Radikalisme

Dikirim oleh : Kemas Ari Panji | Hist : 204 | Kategori : UIN Raden Fatah Palembang | 13/08/2018 21:32:19 WIB

Palembang - Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) NKRI 2018, digelar di Kampus Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RAFAH) Palembang, Senin (13/8/18).

 

 

HUMAS-UINRF,-- Kegiatan PBAK NKRI 2018 mengusung tema  “Mewujudkan Mahasiswa Nasionalis, Kreatif, Religius dan Intelektual Dalam Rangka Menyongsong Bonus Demografi”. Selain di isi oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang (Prof. Drs. H.M. Sirozi, M.A., Ph.D.) dan Prof. Dr. Edwar Juliarta (Staf Ahli adm. Umum) mewakili Gubernur Sumatera Selatan. Kegiatan juga diisi oleh Kapolda Sumsel (Irjenpol Drs. Zulkarnain Adinegara), Letkol Inf. Iskandar (Wakil Asisten Teritorial) mewakili Pangdam II Sriwijaya, dan ditutup dengan  Materi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan Drs. H.A. Bustari, AMK (Plt Kabid P2M), Senin (13/8/18).

Pada Sesi paparan Wawasan Kebangsaan Kapolda Sumsel menyampaikan bahwa perjalanan sejarah bangsa ini amat panjang dan selalu diisi oleh para pemuda, karena pemuda adalah harapan bangsa, calon pemimpin Indonesia masa depan, sejarah telah mencata sejak berdirinya BO, Sumoah Pemuda, NU, Muhammadiyah, dan  organisasi2 pergerakan lainnya, hingga mencapai Indonesia merdeka di tahun 1945.

Krn kita berasal dari berbagai etnis, dan budaya beragam maka jagala persatuan dan kesatuan bangsa, krn NKRI adalah harga mati. Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengingatkan mahasiswa baru (Maba) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang agar mewaspadai radikalisme yang ingin memecah belah bangsa, ujar Kapolda.

Dijelaskannya, selama ini radikalisme menyentuh pada orang yang cenderung memiliki ekonomi lemah, pendidikan yang kurang dan adanya teori yang memanfaatkan agama-agama tertentu. Sebab radikalisme bisa menyerang semua kalangan di masyarakat termasuk kalangan mahasiswa. “Maba belajarlah dengan baik dan tingkatkan kesadaran persatuan dan kesatuan kita,” ungkapnya.

Paparan dari Pangdam II Sriwijaya yang dalam kesempatan kali diwakili oleh Letkol Inf. Iskandar (Wakil Asisten Teritorial) yang pemaparannya seputar wawasan kebangsaan dan NKRI Harga Mati, Dia menyampaikan, salah satu hal penting dalam PBAK merupakan pengenalan nilai - nilai kebangsaan, persatuan di Negara yang memiliki keberagaman. Sehingga jika ada yang ingin memecah belah mahasiswa dan tidak mudah terprovokasi.

Setelah paparan dari  Kapolda Sumsel (Irjenpol Drs. Zulkarnain Adinegara), dan Letkol Inf. Iskandar (Wakil Asisten Teritorial) yang mewakili Pangdam II Sriwijaya, kegiatan diakhiri dengan materi dari Drs. H.A. Bustari, AMK (Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera selatan, kemudian seluruh peserta PBAK NKRI 2018 memasuki masa istirahat sholat dan makan (ARI)

Sumber : HUMAS-UINRF (Kemas Ari)