Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang   Kepada Yth Wali Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN RF Untk menghadiri acara Silaturahmi dan pertemuaan wali MAHASISWA FITK ANGKATAN 2018 pada HARI: JUMAT TANGGAL: 14 SEPTEMBER 2018 Jam: 08.30 SD 11.00 Tempat: Academic Center UIN Raden Fatah  

Seminar Internasional di Gelar di Fakultas Adab dan Humaniora

Dikirim oleh : Kemas Ari Panji | Hist : 278 | Kategori : Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) | 06/09/2018 19:02:56 WIB

Palembang - Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Gelar Seminar Internasional dengan tema "Peran media dalam peradaban kontemporer", dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Ismail Sukardi, M.Ag., Kamis (6/9/18). .

 

HUMAS-FAHUM,-- Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) UIN Raden Fatah Palembang, kemarin pada hari rabu (5/9/18) Gelar Seminar Internasional dengan tema "Peran media dalam peradaban kontemporer", dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor I, Dr. Ismail Sukardi, M.Ag. di Aula FAHUM Lantai III, Kamis (6/9/18).

Kegiatan Seminar internasional ini dihadiri oleh Dr. Norhuda, M.Ag., M.A. dan unsur pimpinan Lainnya serta tamu undangan dan teristimewa 2 orang pakar peradaban dari negeri Persia (Iran) yakni: Reza Shaberi, Ph.D dan Majid Ghorbanali Doulabi, PhD (akademisi dari university of Islamic denominations Iran) sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Reza Shaberi menyebut bahwa hampir 70 persen pemberitaan dunia dimonopoli oleh barat, sehingga mengakibatkan wajah Islam tidak tampil seutuhnya. Oleh karena itu, Negara dan masyarakat muslim harus giat dalam media dan berkolaborasi dengan media media dunia, khususnya media Islamic countries.

Masih menurut Shaberi Dunia akan faham makna Islam sejati seperti yg tertera didalam kitab suci umat Islam. "Dengan media, tidak ada lagi batasan ruang dan waktu antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya" ungkapnya dalam seminar.

Sedangkan menurut Doulabi, perang yang terjadi dari perang dunia pertama hingga hingga perang yang terjadi di Irak, semuanya tidak menampilkan wajah Islam,

"Dalam perang Irak-Iran dekade 80-an, bukanlah perang Islam, melainkan perang yang diakibatkan karena kepentingan politik" ujar Doulabi.

Didalam ajarana Islam menurut Doulabi, banyak syarat dan perilaku yang masih dijaga didalam Perang, termasuk melindungi kaum perempuan dan anak2, masyarakat sipil, serta tidak menganiaya pihak yang dikalahkan.

Hal ini berbanding terbalik dengan peperangan yang dilakukan dunia barat, yang sering melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan. Pada kesimpulannya, kedua Narasumber diatasb menyatakan bahwa Peradaban yang sesungguhnya adalah yang merefleksikan nilai nilai kemanusiaan dan intelektualitas.

Masih menurut mereka manusia akan mencapai pada puncak peradaban yang tinggi. Namun semuanya akan bias apabila media hanya dimonopoli oleh pihak tertentu. Yang buruk menjadi baik dan yang baik tidak jarang menjadi buruk karena media internasional hanya dimonopoli oleh satu pihak. (KIKI/ARI)

Sumber : Kontributor dan HUMAS-UINRF (Kiki Mikail dan Kemas Ari)