Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang  

919 Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang di wisuda hari ini

Dikirim oleh : Kemas Ari Panji | Hist : 657 | Kategori : UIN Raden Fatah Palembang | 28/09/2019 13:27:45 WIB

Palembang - Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin berikan kuliah umum kepada 919 wisudawan pada wisuda ke-71 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Academic Center UIN Raden Fatah, Sabtu (28/9/2019).

Foto bersama Senat dan pimpinan UIN Raden Fatah Palembang pada kegaitan Wisuda dan Kuliah Umum ke-71, Sabtu (28/9/19).

 

HUMAS-UINRF,- Para Wisudawan/ti ke-71 Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN Rafah) Palembang hari ini ikuti prosesi wisuda di Academic Center UIN Rafah, Hadir dalam Kegiatan Wisuda kali ini Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin, Gubernur Sumsel diwakili oleh Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Kesra, Dr. H. akhmad Najib, SH., MM., KaKanwil Sumsel, H.M. Fajri Zabidi dan Jajarannya, serta tamu undangan lainnya. Sabtu (28/9/2019).

Sebanyak 919 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengikuti prosesi wisuda ke 71 yang terdiri dari : Sembilan Fakultas dan satu Program Pascasarjana, yakni; Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) 160 orang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) 226 orang, Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) 47 orang.

Kemudian kegiatan dijedah dengan kehadiran Menteri Agama RI, para wisudawan dan seluruh tamu undangan berkesempatan mendengarkan kuliah tamu yang disampaikan oleh H. Lukman Hakim Saefuddin, dengan materi “Moderasi Beragama dan Masa Depan Indonesia”,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selanjutnya Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) 95 mahasiswa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 76 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 198 orang, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 20 orang, Fakuktas Psikologi Islam (Psi) 77 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik (FISIPOL) 17 orang dan terakhir Program Pascasarjana (PPs) 3 orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Drs. H.M. Sirozi, M.A., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan agar para alumni mampu bersaing di era revolusi industri hingga ke tingkat dunia.

"Dengan ilmu yang diperoleh akan mampu mengharumkan nama baik institusi hingga di kancah internasional," harapnya.

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin sendiri memberikan kulih umum di hadapan ratusan mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Menag menyampaikan terkait moderasi Islam, kepada 919 wisudawan Mentyeri agama mengatakan ada perbedaan makna yang mendasar antara Islam dan berislam. Islam adalah agama yang sempurna menurut pemeluknya.

“Jadi Islam tidak perlu dimoderasi. Pastilah Islam sudah moderat dengan sendirinya. Tapi yang kita moderasi adalah cara kita berislam,” katanya.

Dikatakan, dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam harus dijaga dalam jalurnya yang moderat. Moderat adalah lawan dari ekstrem, seringkali begitu fanatiknya dalam memahami dan mengamalkan Islam, apalagi jika tidak ditopang dengan keilmuan yang cukup, maka ini berpotensi untuk terjerumus pada tindakan-tindakan yang ekstrem. (ARI)

Sumber : Humas (kemas Ari)