Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang  

Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi PIAUD FITK

Dikirim oleh : Arip Fakultas Tarbiyah | Hist : 533 | Kategori : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) | 18/11/2019 19:36:51 WIB

Palembang - Tim Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, yang diketuai oleh Dr. Leny Marlina, S.Ag., M.Pd.I., Ali Murtopo, M.Pd.I., Elsa Cindrya, M.Pd., dan Hj. Sulsatri, Lc., M.Pd.I. baru-baru ini kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). PKM ini telah dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 November 2019 yang lalu bertempat di TK Islam al-Anshor II, Banyuasin.

 

HUMAS-UINRF -- Dr. Leny Marlina selaku Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengatakan bahwa kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin prodi setiap satu semester, yang mengharuskan Tim-nya menjangkau ke luar kota Palembang. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu dari kegiatan dosen dalam menunjang Tri Darma Perguruan Tinggi.

Pada kesempatan kali ini TK Islam al-Anshor II, Banyuasin menjadi pilihan. Beliau berharap semoga materi yang akan disampaikan dapat menjadi pengetahuan dan acuan bagi para orangtua dan para guru TK dalam mendidik mental anak, ujarnya. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah TK Islam al-Anshor II Banyuasin, yang dalam hal ini diwakili oleh ibu Halimah Jumro. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terimakasih banyak yang telah memilih TK Islam al-Anshor II sebagai lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat, semoga materi yang disampaikan menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan bagi para orangtua dan para guru dalam mendidik mental anak.

Ali Murtopo, M.Pd.I dalam penyampaian materinya yang bertajuk ”Upaya Mendidik Mental Anak Sejak Dini dari Gangguan Mental Neurose”, mengharapkan sekali pada para orangtua dan para guru agar mengupayakan pendidikan mental bagi putra dan putrinya sejak usia dini. Penyakit mental seperti minder, pemalu, penakut, rendah diri, iri hati, dengki, pemalas, melawan dan pemarah, jika tidak diupayakan penanganannya akan berdampak kepada prilaku kehidupan anak di kemudian hari ketika mereka remaja, bahkan dewasa nantinya. Lebih lanjut dikatakan pak Ali bahwa tujuan dari pendidikan mental ini diharapkan anak-anak kita akan memiliki sikap berani, terbuka, mandiri dan bisa mengendalikan amarah sampai mereka mencapai usia remaja dan dewasa (taklif) nantinya. Kegiatan ini tidak saja berbicara teori, pada hari kedua, dicobakan simulasi orangtua dan guru bagaimana upaya mendidik mental anak dari gangguan-gangguan mental neurose.

Materi ini sangat menarik sekali, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang datang bertubi-tubi dari para orangtua dan para guru, karena masalah mental ini sering terlupakan dalam hal proses mendidik anak. Apalagi kegiatan yang dimoderatori oleh Elsa Cindrya, M.Pd. semakin tampak lebih hidup. Puncak dari kegiatan ini di tutup dengan do’a bersama. Dalam do’anya Hj. Sulastri, Lc., M.Pd.I. alumni Dirasah Islamiyyah al-Ahqaff Yaman ini memohon kepada Allah Swt, agar para orangtua dan para guru diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam mendidik mental anak. (AM/Ar)

Sumber : HUMAS-FITK (Arip / Liza)