Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang  

Prodi Politik Islam selenggarakan seminar Nasional tentang Revolusi Islam

Dikirim oleh : Fakultas adab dan Humaniora | Hist : 311 | Kategori : Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) | 04/02/2020 16:03:01 WIB

Palembang - Prodi Politik Islam FAHUM UIN Rafah Palembang, kerjasama dengan Konsuler Kebudayaan Iran di Jakarta gelar seminar nasional dengan tema "Ukhuwah Islamiyah dan Pembentukan Sistem Republik Islam Iran. Dengan 2 orang Pembicara yakni: Dr. Dina Yoelianti, M.Si. (UNPAD Bandung), dan Dr. Endang Rochmiatun (UIN Raden Fatah Palembang), Moderator : Nico Oktaria Adityas, M.A. di Aula Fakultas Adab dan Humaniora lantai 3, Selasa (4/2/2020).

 

HUMAS-FAHUM,-  Program Studi Politik Islam (Prodi Polis) - Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Raden Fatah (FAHUM UIN Rafah) Palembang,  kerjasama dengan Konsuler Kebudayaan Iran di Jakarta menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Ukhuwah Islamiyah dan Pembentukan Sistem Republik Islam Iran. Hadir dalam seminar tersebut ibu Dr. Endang Rochmiatun, M.Hum selaku wakil dekan 1 bapak Dolla Sobari, M.Ag. selaku wakil dekan 3, Bapak Otoman, M.Hum dan Bapak Niko Oktario Adityas, MA. selaku ketua dan Sekretaris Prodi Politik Islam UIN Raden Fatah Palembang. di Aula Fakultas Adab dan Humaniora lt.3, Selasa (4/2/2020).

Acara Pembukaan diawali dengan kata sambutan kata Sambutan oleh Kaprodi Polis, Otoman, M.Hum. dan dibuka oleh Wakil Dekan III,  Dola Sobari, M.Ag. kemudian dilanjutkan dengan acara seminar Nasional yang dikuti 200 orang peserta dari mahasiswa serta tamu dan undangan.

Dalam paparannya, Dr. Dina Sulaiman selaku narasumber dan pengamat geo politik timur tengah memaparkan bahwa sejak abad 19 ada upaya untuk membuat timur tengah tidak kompak. Selanjutnya menurut Bu Dina, Tahun 1947 resolusi PBB Membagi 2 wilayah Palestina, dan Israel sendiri berdiri menjadi sebagai sebuah negara baru diatas tanah palestina pada tahun 1948-hingga saat ini.

 

 

 

 

 

 

Keinginan AS untuk mendirikan Israel sebagai kepanjangan tangan mereka di timur tengah telah membuat rakyat Palestina semakin dipojokkan oleh negara negara adidaya AS dan sekutu. Iran yang fokus terhadap pembelaan mustadh'afin seperti yg tercantum dalam konstitusinya, turut hadir untuk membela Palestina. Karena menurut Iran, Palestina merupakan bagian dari kekuatan Islam yang harus mendapatkan simpatik dan pembelaan dari negara negara islam, ujar Dina Yoelianti.

Sedangkan narasumber lainnya yaitu ibu Endang rochmiatun memaparkan mengenai Human Development Indeks (HDI) yang terjadi di Iran.  Menurutnya setelah revolusi  islam peran perempuan Iran semakin tinggi dan ini bisa dilihat dari perkembangan HDI-nya. (ADMIN FAHUM)

Sumber : Admin FAHUM