Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang   Kepada Yth Wali Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN RF Untk menghadiri acara Silaturahmi dan pertemuaan wali MAHASISWA FITK ANGKATAN 2018 pada HARI: JUMAT TANGGAL: 14 SEPTEMBER 2018 Jam: 08.30 SD 11.00 Tempat: Academic Center UIN Raden Fatah  

Seminar Nasional Prodi PGMI FITK

Dikirim oleh : Arip Fakultas Tarbiyah | Hist : 806 | Kategori : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) | 22/10/2018 22:31:31 WIB

Palembang - Prodi PGMI mengadakan seminar Nasional, yang mana mengundang narsum dari UIN Yogyakarta, Dr. Andi Prastowo, dengan semnas ini prodi PGMI bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kualitasnya, selain dalam rangka menyiapkan reakreditasi prodi (19/10/18).

 

HUMAS-UINRF -- Bertempat di ruang seminar Lt.4 FITK kegiatan ini mengundang Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang mana dalam kesempatan ini diwakilkan oleh WD II FITK Drs. Tastin, M.Pd.I., dan di ikiuti oleh dosen-dosen yang mengajar di Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Tema yang di usung ialah "Inovasi Pendidikan Bagi Civitas Akademika Prodi PGMI".

Dalam rangka memberi penyadaran dan refleksi aktualisasi peran Prodi PGMI terhadap inovasi ilmu pengetahuan teknologi dan seni dalam bidang pendidikan dan non-pendidikan untuk mengembangkan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas dan profesional. Inovasi mengingatkan pada dua istilah, invention dan discovery. Invention adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru sebagai hasil karya manusia. Discovery adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya telah ada sebelumnya. Dalam dunia pendidikan yang dikembangkan melalui penelitian pengembangan mencakup kedua pengertian itu.

Segenap civitas akademika Prodi PGMI, hanya dengan inovasi akan berhasil menaklukkan era disrupsi dan revolusi industri 4.0. Berinovasi mengandung arti melakukan pekerjaan dengan cara-cara baru yang lebih efektif dan efisien dengan mempertimbangkan skala prioritas dan melalui pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan proses berpikir divergen, bukan proses berpikir linear.

Menurut Dr. Andi, orang tidak bisa menjadi inovatif jika merasa terpaksa, atau dipaksa untuk berinovasi. Inovasi yang muncul karena kepatuhan dan apalagi ketakutan tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Berinovasi harus merupakan pilihan, tidak bisa karena kepatuhan. Ujarnya. (HN/AR)

 

Sumber : HUMAS-FITK