Selamat Datang di Situs Resmi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang   Kepada Yth Wali Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN RF Untk menghadiri acara Silaturahmi dan pertemuaan wali MAHASISWA FITK ANGKATAN 2018 pada HARI: JUMAT TANGGAL: 14 SEPTEMBER 2018 Jam: 08.30 SD 11.00 Tempat: Academic Center UIN Raden Fatah  

Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Buka Yudisium XIII Fakultas Adab dan Humaniora

Dikirim oleh : Kemas Ari Panji | Hist : 853 | Kategori : UIN Raden Fatah Palembang | 26/12/2018 21:30:06 WIB

Palembang - Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Dr. Rr. Rina Antasari, S.H., M.H., hadiri kegiatan Yudisium XIII Fakultas Adab dan Humaniora, sekaligus sampaikan sambutan rektor, di gedung Grand Atyasa Lantai 2. Rabu, (26/12/2018).

 

 

HUMAS-UINRF,--  Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UINRF) Palembang, Dr. Rr. Rina Antasari, S.H., M.H., hadiri kegiatan Yudisium XIII Fakultas Adab dan Humaniora, sekaligus sampaikan sambutan rektor, di gedung Grand Atyasa Lantai 2. Rabu, (26/12/2018).

Dalam sambutannya Warek III, menyampaikan permohonan maaf Rektor UINRF, yang tidak bisa hadir dalam Yudisium XIII ini karena pada saat yang bersamaan ada kegiatan Penguatan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Zona Integritas oleh Gandjar Laksamana Bonaprapta, S.H., M.H., dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), di ruang rapat rektorat Lt.3 Kampus A UIN Raden Fatah Palembang.

Masih dalam sambutannya Dr. Rr. Rina Antasari mengatakan bahwa 71 mahasiswa yang meraih gelar sarjana pada hari ini, bukanlah sebuah akhir dalam menempuh jalur pendidikan, bisa jadi diantara kalian dan para alumni sebelumnya akan ada yang melanjutkan ke jenjang Selanjutnya yakni (S2) dan (S3), namun akan ada juga yang memilih dunia kerja. Semoga ilmu yang didapatkan dapat berguna dan bermaanfaat dimanapun para Alumni FAHUM UINRF Palembang berada nantinya.

Sementara itu Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang Dr. Nor Huda Ali, M.Ag., M.A mengatakan, prosesi Yudisium bukan tahap puncak namun baru ingin melangkah dalam kehidupan bermasyarakat.

"Seperti dalam ilmu Antropologi, kalian seperti daun hidup. Namun jika dilihat dari sisi sosiologi, kalian sudah memasuki tahapan yang lebih tinggi," kata Nor Huda.

Lebih jauh dia menjelaskan, kecerdasan bukan bekal segalanya dalam terjun ke masyarakat namun juga harus didukung dengan ilmu-ilmu yang lain.

"Kematangan emosional juga sangat dibutuhkan, realitas yang ada banyak tidak mampu bersaing hingga akhirnya tersingkir. Karena itu jika ada keterampilan harus dimaksimalkan," pesan Pria berkacamata ini. (ARI)

Sumber : Humas UINRF (Kemas Ari)