
MENAKAR KOMITMEN 1000 HARI MENUJU AKREDITASI
MENAKAR KOMITMEN 1000 HARI MENUJU AKREDITASI "A"
Dr. H. Fajri Ismail, M.Pd.I
(Ketua LPM UIN Raden Fatah Palembang)
Mungkin banyak kalangan sivitas akademika mempertanyakan tentang komitmen 1000 Hari menuju Akreditasi A UIN Raden Fatah Palembang yang dimuat pada laman website resmi UIN. Ada yang sangat optimis target ini bisa tercapai. Sebagian mempertanyakan dengan pertanyaan kritis. Ada pula dengan pertanyaan pesimis. Mungkin juga sebagian apatis. Semua itu adalah wajar karena kalau dihitung mundur, maka 1000 Hari Menuju Akreditasi A di mulai tanggal 13 Juni 2016, berarti 3 tahun ke depan mimpi ini akan terwujud. Artinya, sebelum mengajukan proses akreditasi baik tingkat prodi maupun univeritas selama masa itu, wajib dipersiapkan sebaik mungkin. Satu hal yang perlu dicatat adalah menuju akreditasi A merupakan motivasi dan harapan bersama. Untuk itu perlu kerjasama antar semua lini untuk mewujudkan harapan tersebut.
Mimpi Bersama
Kondisi objektif saat ini UIN Raden Fatah memiliki 37 prodi yang tersebar pada 8 fakultas. Dari ke delapan fakultas, dua di antaranya merupakan fakultas baru yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Sains dan Teknologi. Dari seluruh prodi terdapat 14 prodi yang belum di akreditasi sehingga dari 37 prodi, terdapat 23 Prodi yang telah terakreditasi. Masing-masing nilai akreditasi dan masa berlakunya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1. Nilai Akreditasi Prodi dan Masa Berlakunya
Fakultas | Prodi | Nilai Akreditasi | Masa Berlaku |
---|---|---|---|
Syariah |
1. Jinayah Siyasah |
A |
30 Agustus 2018 |
2. Perbandingan Mazhab dan Hukum |
B |
15 Agustus 2018 |
|
3. Ahwal al-Syakhsiyah |
B |
03 Agustus 2018 |
|
4. Muamalat |
B |
23 Oktober 2019 |
|
Adab |
5. Sejarah Kebudayaan Islam |
B |
14 Desember 2019 |
6. Bahasa dan Sastra Arab |
B |
07 Desember 2019 |
|
Dakwah |
7. Bimbingan dan Konseling Islam |
B |
14 Desember 2019 |
8. Komunikasi dan Penyiaran Islam |
B |
11 Juli 2019 |
|
9. Jurnalistik |
C |
01 November 2019 |
|
10. Sistem Informasi |
C |
08 Agustus 2019 |
|
Tarbiyah |
11. Pendidikan Agama Islam |
A |
27 Juni 2019 |
12. Pendidikan Bahasa Arab |
B |
27 Mei 2019 |
|
13. Manajemen Pendidikan Islam |
B |
22 Mei 2019 |
|
14. Pendidikan Bahasa Inggris |
C |
29 Juni 2017 |
|
15. Pendidikan Biologi |
C |
06 September 2018 |
|
16. Pendidikan Matematika |
C |
21 Januari 2016 |
|
17. PGMI |
C |
21 Januari 2016 |
|
Ushuluddin |
18. Aqidah Filsafat |
B |
09 Mei 2020 |
19. Perbandingan Agama |
B |
07 Desember 2019 |
|
20. Tafsir Hadits |
B |
April 2015 |
|
FEBI |
22. Ekonomi Islam |
B |
|
23. Diploma 3 Perbankan Syariah |
B |
|
Sumber: Data LPM
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa dari 23 Prodi di UIN RF hanya 2 prodi S1 terakreditasi A di Fakultas Syari’ah dan Tarbiyah, 14 prodi S1 terakreditasi B, dan 7 prodi S1 terakreditasi C. Ini berarti, baru 8,70 % Prodi di UIN RF Palembang berakreditasi A, sebanyak 60,87 % terakreditasi B, dan 30,43 % berakreditasi C. Data tersebut menggambarkan bahwa untuk tingkat prodi masih banyak yang harus dibenahi walaupun statusnya rata-rata B. Bagi prodi yang telah memiliki akreditasi A, nilai yang diperoleh wajib untuk dipertahankan. Bagi prodi yang terakreditasi C, tentunya masih punya waktu untuk meningkatkan kualitas prodinya masing-masing untuk memperoleh akreditasi B, syukur-syukur melompat menjadi akreditasi A. Bagi prodi yang memiliki akreditasi B, prodi ini merupakan modal dasar dan utama bagi UIN RF untuk memperoleh akreditasi A pada masa 1000 hari mendatang. Perlu akselerasi dan perhatian khusus dari seluruh civitas akademika wa bil khusus oleh pimpinan baik tingkat dekranat dan rektorat untuk mewujudkannya. Untuk itu perlu persiapan-persiapan dan penguatan-penguatan dilakukan oleh prodi yang telah memiliki akreditasi B. Juga bagi para ketua dan sekretaris Prodi yang baru saja dilantik merupakan ujung tombak untuk bersama-sama berjuang mewujudkan mimpi ini.
Lembaga Penjamin Mutu (LPM) sebagai garda terdepan akan terus berupaya berkreasi dan berinovasi agar mimpi ini menjadi kenyataan. Saat ini LPM tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis di antaranya: 1) percepatan audit internal melalui SPMI/AMAI. Audit ini akan dilakukan pada bulan Agustus dan dilaksanakan oleh para auditor internal yang telah dilatih sebelumnya. Tujuan audit adalah untuk mendeteksi awal kelebihan dan kekurangan yang ada pada masing-masing Prodi. 2) saat ini LPM akan membentuk klinik borang yang bertujuan membantu memberikan penilaian borang yang telah disusun oleh prodi sebelum diserahkan kepada assessor BAN PT. 3) sebagai suplemen untuk menuju akreditasi A, LPM terus mendorong agar setiap unit dan prodi yang ada di UIN RF memiliki standar mutu manajemen ISO: 2015. 4) saat ini berdasarkan Ortala dan Ortaker, LPM menambah lagi satu pusat yang bernama Pusat Pendampingan Kemahasiswaan. Penambahan ini dimaksudkan agar seluruh kegiatan kemahasiswaan di UIN RF harus paralel dan berbasis akreditasi. Dan 5) untuk program kerja jangka panjang, LPM akan berusaha menjadikan universitas UIN RF berdiri sejajar dengan perguruan tinggi di Asia lewat AUN QA.
Tapi, hal yang perlu dicatat dalam konteks menuju akreditasi A adalah bentuk mimpi yang harus dilakukan bersama. Bukan semata-mata kerja prodi, sektor, lembaga, unit, atau satu bidang saja. Untuk mewujudkannya merupakan kerja semua lintas sektoral yang ada di UIN RF Palembang. Ibarat anggota tubuh, bergeraknya tangan dan kaki merupakan koordinasi antar lini seperti syaraf, otot dan otak. Artinya adalah keterlibatan seluruh sivitas akademika merupakan modal mutlak menuju akreditasi A.
Langkah Bersama
Sesungguhnya ada beberapa modal dasar UIN Raden Fatah Palembang untuk meraih akreditasi A pada masa mendatang lewat program 1000 Hari Menuju Akreditasi A. Modal itu di antaranya: 1) pada tahun-tahun mendatang UIN RF akan dipenuhi dengan dosen-dosen yang telah menamatkan pendidikan mereka pada tingkat doktoral, 2) pembangunan gedung baru di Jakabaring tentunya menjadi solusi bagi minimnya sarana dan prasarana yang selama ini dikeluhkan, 3) perekrutan dosen baru non PNS pada masing-masing prodi menjadi solusi alternatif di tengah kurangnya tenaga dosen, 4) telah terbitnya beberapa jurnal dan satu di antaranya yaitu jurnal Ta’dib menuju jurnal Internasional terindeks Scopus sehingga dapat membantu bagi dosen yang bergelar doktor untuk menjadi guru besar, dan 5) yang paling penting adalah pimpinan yang baru saat ini baik pada tingkat prodi, dekranat dan rektorat, dirasakan memiliki ghirah, semangat serta komitmen untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Setelah mengurai mimpi dan harapan bersama di atas, maka apa langkah yang mesti dilakukan untuk mensukseskan program 1000 Hari Menuju Akreditasi A? Secara teknis tidak akan diuraikan secara mendetail. Tapi, setidaknya ada tiga langkah sederhana yang dapat ditempuh secara perlahan tapi betul-betul menuju apa yang diharapkan. Langkah-langkah tersebut adalah:
Pertama, setiap program yang dilakukan berbasis akreditasi. Untuk mengakselerasi menuju akreditasi A, peran kaprodi dan sekprodi yang dimotori oleh dekan dan wakil-wakilnya menjadi sangat signifikan. Salah satu fokus utamanya adalah bagaimana seluruh kegiatan prodi dan fakultas mengarah kepada produk berbasis akreditasi. Untuk itu, perlu adanya koordinasi intensif perencanaan kegiatan yang dilakukan oleh pihak universitas, fakultas, dan prodi dengan LPM UIN agar pelaksanaan kegiatan berorientasi akreditasi. Hal ini penting, karena jangan sampai apa yang dilakukan hanya menghabiskan anggaran semata-mata. Pemantapan, pengesahan, dan sosialisasi SOP kegiatan akademik dan non akademik harus dilakukan. Selain itu, diperlukan sinkronisasi dan sosialisasi semua dokumen perencanaan dari rektorat sampai prodi (RIP, Renstra, sasaran mutu, rencana kerja operasional). Menerapkan sistem dokumentasi, pencatatan, perekaman, pengarsipan yang ketat, disiplin, efektif dan efisien di semua kegiatan di semua tingkat di UIN RF, guna mendukung akreditasi dan PDPT.
Kedua, mengakselerasi peran lembaga-lembaga pendukung. Setiap fakultas, prodi, lembaga, unit, dan lembaga lainnya di bawah UIN Raden Fatah harus mampu memiliki visi yang sama untuk mewujudkan keinginan menuju akreditasi A. Mulai dari pendidikan dan pengajaran melalui peningkatan e-learning, pelaksanaan pembelajaran berbasis KKNI, pembentukan asosiasi keilmuan prodi, memperbaiki, melengkapi, dan modernisasi infrasturuktur kampus sehingga manusiawi, nyaman, bersih, dan layak. Pada bidang lainnya yaitu reformulasi implementasi konsep kelas internasional yang lebih baik, pelaksanaan penelitian, pengabdian masyarakat, perpustakaan, e-journal, program slim, e-print, update secara berkala semua data UIN Raden Fatah, penambahan kapasitas internet (bandwith) dan digitalisasi semua aspek akademik, penerapan sistem manajemen ISO 9001: 2015 secara komprehensif dan efektif di semua fakultas, lembaga, dan unit, implementasi BKD online di 9 fakultas dan pengukuran IKD dosen, terus melakukan penambahan jumlah dosen berkualifikasi doktor, peningkatan jumlah guru besar, penambahan jumlah dosen melalui rekrutmen dosen tetap non ASN, dan sebagainya. Semua ini harus disiapkan secara baik dan matang dalam berbagai aspeknya.
Ketiga, jangan tidak direncanakan oleh bagian perencanaan. Sebagaimana diketahui bahwa di UIN Raden Fatah bagian perencanaan merupakan jantungnya dalam sistem. Sebagai bagian organ yang sangat penting, diharapkan perencanaan pembangunan infra sturktur yang ada di UIN RF berbasis kepada peningkatan akreditasi pada masing-masing fakultas dan prodi. Sokongan dan dukungan dari bagian perencanaan sangat menentukan keberhasilan program 1000 hari menuju Akreditasi A. Dari data yang diungkapkan di atas, sudah dapat diukur berapa besar dana yang harus disiapkan oleh UIN untuk mewujudkan mimpi tersebut. Oleh karena itu selain visi, misi dan tujuan, UIN Raden Fatah harus merujuk pada orientasi pengembangan universitas. Konkretnya, ke depan penyusunan RKA-KL harus memperhatikan kebutuhan akreditasi prodi dan universitas, karena Akreditasi A adalah HARGA MATI bagi setiap universitas khususnya UIN RF Palembang.
Akhirnya, jelas bahwa kerja mewujudkan akreditasi A adalah tugas bersama bukan sektoral. Maksud 1000 Hari menuju Akreditasi A adalah masa persiapan yang harus dilakukan secara bergotong royong dan diketahui oleh semua pihak. Terakhir, yang sangat penting adalah perlunya mengoptimalkan fungsi LPM untuk peningkatan akreditasi melalui SPMI dan kegiatan lain yang relevan. Terakhir dari bagian yang terakhir, pekerjaan yang besar untuk mewujudkan universitas yang lebih baik lagi ke depan telah menunggu. Mari dibangun dengan komitmen bersama, mimpi bersama, bekerja bersama-sama, dan bergotong royong dalam berbagai kegiatan. Semoga terwujud.