
PEMBUKAAN PIONIR VIII 20017 UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
Aceh (UIN RF) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Pekan Olahraga Seni dan Riset atau PIONIR VIII Tahun 2017 Tingkat Nasional di UIN Ar Raniry Banda Aceh. Pembukan ditandai dengan tabuh rebana oleh Menag, Rektor UIN Ar Raniry Farid Wajdi, dan Sekda Aceh Darmawan yang mewakili Gubernur.
Tampak hadir juga wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, Pangdam, Kapolda Aceh, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Nizar Ali, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki, serta 55 pimpinan PTKIN se Indonesia.
Sebelumnya, Menag Lukman bersama Sekda, dan Rektor UIN Ar Raniry Aceh diarak dengan mengendarai gajah dari Gedung Rektorat menuju arena pembukaan PIONIR VIII. Pertunjukan tarian selamat datang mengiringi sekaligus menyambut kehadiran Menag bersama rombongan. Pembukaan ini juga dimeriahkan dengan Tarian Tradisional Aceh, yaitu Tari Meusaho. “Tari Meusaho merupakan tari penyambutan yang melambangkan persatuan dan keterbukaan masyarakat Aceh,” kata Rektor UIN Ar-Raniry Aceh Farid Wajdi, dan tarian kolosal ini dilakukan oleh 550 mahasiswa UIN Ar Raniry. Di sela-sela pembukaan, ada pemandangan tak biasa. Sebuah pesawat kecil berwarna putih dengan lis orange melintas di atas lapangan sepak bola tempat UI N Ar-Raniry, tempat berlangsungnya acara pembukaan PIONIR VIII.
Dalam sambutanya Menag menyampaikan rasa bangga dan bahagianya bisa hadir pada ajang PIONIR VIII. Di hadapan ribuan mahasiswa, kaum muda intelektual, para seniman dan olahragawan, serta peserta dari Sabang sampai Merauke, Menag mengingatkan tentang tantangan bangsa Indonesia yang semakin komplek.
Menag berharap pada PIONIR inilah kedepannya ada atlit yang berasal dari PTKIN yang dapat ikut serta pada sea games, asean game dan lainnya.
Menurutnya, jumlah penduduk yang besar dan beragam, gugusan pulau yang luas dari Sabang sampai Merauke, serta kekayaan alam yang melimpah ruah menjadi peluang mengantarkan Indonesia sebagai negara besar dan maju. Namun demikian, semua itu juga merupakan tantangan.
“Munculnya kelompok intoleran, merebaknya radikalisme serta kelompok yang ingin mengganti idiologi Pancasila dengan paham lain, menguji kita semua, agar tali NKRI harus lebih dikuatkan,” ujar Menag di Aceh.
“Perasaan bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia, harus dikedepankan. Semangat kebersamaan dan menghormati kebhinekaan harus diutamakan dan menjadikan agama dan budaya sebagai perekat persatuan harus dikukuhkan,” tambahnya.
Untuk itu, lanjut Menag, dibutuhkan profil manusia Indonesia yang sehat, kuat, cerdas dan berakarakter serta mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik. Pembangunan fisik yang mengabaikan pembangunan mental-spiritual menurut Menag, hanya akan melahirkan manusia pongah dan tidak berintegritas.
Bangsa yang kuat terletak pada akhlak yang kuat. Namun jika akhlaknya rusak maka bangsa itu akan hancur. tutur Menag mengutip syair Ibnu Maskaweh.
Sebelumnya, Rektor dalam sambutannya berterima kasih kepada Kementerian Agama atas kepercayaannya menjadikan bumi Serambi Makkah sebagai tuan rumah PIONIR VIII. Kepada para peserta, berpesan bahwa insan akademis kampus harus berkembang keilmuannya, bakat minatnya, termasuk di bidang olahraga dan seni.
PIONIR VIII Aceh yang berlangsung pada tanggal 26 April sampai 1 Mei 2017. Ada empat kategori yang dipertandingkan dan dilombakan, yaitu Bidang Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset.
Bidang ilmiah terdiri dari empat perlombaan, yakni; Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Musabaqoh Makalah Qur’ani (MMQ), dan Musabagoh Qiratul Kutub (MQK). Untuk olahraga, ada sepuluh cabor yang dilombakan, yaitu; futsal, volly ball, tenis meja, bulu tangkis, catur, panjat dinding, sepak takraw, pencak silat, basket, dan karate.
Ada delapan cabang bidang seni, yakni; Musabaqah Al-Quran, Musabaqah Hifdzil Quran, Kaligrafi, Pop Solo Islami, Design, peragaan Busana Muslim, Puitisasi Al Quran, Marawis, dan Musabaqoh Syarhil Quran.
Sedang bidang riset melombakan dua cabang, yakni; Karya Tulis dan Karya Inovatif mahasiswa. Pionir VIII akan memperebutkan 162 medali yang terdiri dari 54 medali emas, 54 medali perak, dan 54 medali perunggu. Untuk juara umum akan mendapatkan trofi bergilir dari Kementerian Agama yang pada Pionir tahun 2015 yang diselenggarakan di IAIN Palu diraih oleh IAIN Banten. Kemenag juga telah menyiapkan bantuan pembinaan mahasiswa prestasi bagi pemenang I, II, dan III.
Diiringi dengan pukulan rapai, Menteri Lukman nampak melambaikan tangan ke ribuan peserta mahasiswa yang memadati arena pembukaan. Untuk diketahui, Pionir kali ini diikuti 2.250 mahasiswa yang berasal dari 55 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yaitu 11 UIN, 32 IAIN, dan 12 STAIN.
Sementara itu, Rekor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini pertama kali diselenggarakan di UIN Ar-Raniry, dirinya merasa bangga karena UIN Ar-Raniry mampu menyelenggarakan event nasional yang diperakarsai oleh Kementerian Agama RI.
Rektor UIN Ar-Raniry berharap dengan adanya event ini, nantinya akan mampu melahirkan atlit atlit yang mampu mewakili di berbagai event olahraga.
Pada PIONIR VIII, kontingen UIN Raden Fatah berjumlah 79 yang terdiri dari 59 atlit dan 20 official, pada saat pemanggilan devile, kontingen UIN Raden Fatah sangat bersemangat dengan menggunakan kostum berwarna biru dongker dan mengibarkan bendera UIN Raden Fatah, tampak juga peserta yang menggunakan pakaian adat Palembang. Setelah penampilan devile.
Satu-satunya rektor yang turun langsung kelapangan untuk memberi semangat kepada peserta PIONIR VIII yakni Prof. Drs. H. M. Sirozi, M.A., Ph.D. serta foto bersama kontingen UIN Raden Fatah. 26/04/2017 (7myd)