
Rektor UIN Raden Fatah Boyong Penghargaan Pada 2nd Asean Countries Conference
Humas UIN RF– Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag, M.Si. menghadiri Konferensi Islam Tingkat ASEAN ke-2 di Hotel Hilton, Badung, Bali. Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut 21-23 Desember dibuka langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Kamis (22/12/2022).
Pada sambutan Wakil Presiden RI Menyampaikan bahwa, Ajaran Islam mendorong terwujudnya generasi khairu ummah atau umat terbaik, yang melaksanakan kebaikan (amar ma’ruf) dan menghindari kemungkaran (nahi munkar), yang dibarengi dengan keimanan kepada Allah SWT. Sederhananya, khairu ummah adalah cerminan umat yang menjadi teladan, juga pionir hadirnya kemaslahatan dan tegaknya keadilan, mengerjakan kebaikan dan menjauhi kemungkaran, tidak semata soal ibadah, tetapi prinsip yang harus diimplementasikan dalam semua aspek kehidupan. “Umat Islam harus melakukan amar ma’ruf di seluruh bidang, baik itu bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan.
Hal tersebut tentunnya dapat diaktualisasikan baik secara individu, komunitas, maupun melalui wadah institusi. Pemerintah sendiri telah berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, memperluas akses dan perbaikan mutu pendidikan, hingga membuat perlindungan sosial untuk menghilangkan kemiskinan.
Di sisi lain, Wapres mengingatkan, umat Islam harus terdepan dalam upaya memberantas segala bentuk kemungkaran yang ditemui dalam keseharian, termasuk ikhtiar melawan segala bentuk hoaks dan disinformasi, intoleransi, hingga aksi ekstremisme yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Karena pada hakikatnya dan praktiknya, amar ma’ruf dan nahi mungkar tentu harus berjalan seiring dengan kadar yang adil atau moderat (Islam Wasathiyah).
Diakhir sambutannya, Wapres mengajak seluruh umat Islam, baik di Indonesia maupun di wilayah ASEAN, untuk bersama-sama meneguhkan posisi umat Islam dalam kancah global, demi terwujudnya perdamaian dan tegaknya muruah kemanusiaan.
“Saya juga mengharapkan perhelatan ini semakin menumbuhkan prospek, sekaligus menguatkan kerja sama negara-negara ASEAN dan Arab Saudi di berbagai aspek, utamanya di bidang pendidikan dan riset untuk mengakselerasi tercapainya generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” harap Wapres.
Pada Gilirannya, Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi Abdullatif bin Abdul Aziz Al-Syaikh menyampaikan, umat terbaik sama halnya dengan umat yang moderat, yakni yang menjalankan kebaikan-kebaikan dalam bentuk moderasi. Ia juga menekankan, saat ini dunia sangat butuh konsep khoiru ummah, yang menerapkan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Sunnah yang dijalankam sahabat dan khulafaur rasyidin.
Sementara itu, mewakili Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Menag Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan, konsep khoiru ummah sesungguhnya sejalan dengan konsep moderasi beragama yang menjadi amanah rencana pembangunan jangka menengah nasional dan program prioritas Kementerian Agama.
Ia menambahkan, khoiru ummah adalah mereka yang paling besar rasa kasih sayangnya kepada sesama umat manusia dan alam semesta, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Besar Muhammad SAW.
Hadir dalam acara tersebut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A. Abid Al-Thagafi, Gubernur Bali I Wayan Koster, Rektor pilihan dari beberapa perguruan tinggi keagamaan dan perguruan tinggi umum di Indonesia, serta Delegasi Konferensi dari negara-negara ASEAN.
Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Islam Tingkat ASEAN Ke-2 yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Agama RI dan Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi.
Pada Konferensi yang bertajuk “Khairu Ummah” ini akan diikuti sekitar 140 peserta, dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand (Fatani), Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, serta Arab Saudi. Hadir pula sejumlah narasumber yang terdiri atas ulama, akademisi, dan pimpinan organisasi masyarakat Islam dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Kerajaan Arab Saudi.
Selama tiga hari ini, sejumlah materi yang akan dibahas dalam konferensi, yaitu, Menuju Umat Terbaik dalam Penguatan Kerjasama dan Sinergitas, Mewaspadai Ekstremitas dalam Beragama dan Berbudaya, Tantangan Ormas Islam dalam Pemberdayaan Ummat di Era Digital dan Merawat Harmoni Sosial dalam Masyarakat Plural serta Menuju Masyarakat Unggul Melalui Visi Pendidikan Islami.
Diakhir acara, Rektor UIN Raden Fatah Palembang mendapatkan penghargaan mewakili seluruh delegasi dari indonesia menerima Plakat kehormatan Dari Acara 2nd Asean countries conference kerjasama Kementrian urusan agama islam kerajaan saudi arabia dan Kementrian agama RI.