
PSGA UIN Raden Fatah Gelar Sosialisasi dan Monitoring Penyelenggaraan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasaan Seksual
HUMAS – UINRF – Dalam rangka meciptakan lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang aman dan bebas dari kekerasan seksual, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan monitoring penyelenggaraan program pencegahaan dan penanganan kekeraan seksual pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), di Ruang Rapat lantai 3 gedung rektorat kampus Sudirman UIN Raden Fatah Palembang , Jumat (26/07/2024)
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Rektor UIN Raden Fatah Prof. Dr. Nyayu Khodijah,S.Ag.,M.Si, yang juga dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Dr.Komaruddin,S.Ag., M.Si, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Prof. Dr. Rina Antasari, M.Hum., para Dekan dan tamu undangan lainnya.
Kegiatan sosialisasi dan monitoring ini menghadirkan narasumber dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Witriani, SS., M. Hum dan tim Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI; Yudhi Firmansyah, SE, Ahmad Aunul Haq, dan Devida Putri Ade Yola, S.M yang merupakan JFU dan PPPK pada Subdirektorat Penelitian dan PKM.
Prof. Nyayu sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan sosialisasi yang dilakukan, karena ini sangat perlu bagi mahasiswa agar nantinya dapat memahami tentang kekerasan seksual, mulai dari bentuk, tanda-tanda serta cara melapor jika terjadi kekerasan seksual.
“Kami sangat senang dan mendukung dengan adanya kegiatan ini, karena dengan kegiatan ini kita bisa mencegah dan memutus rantai kekerasan seksual terhadap mahasiswa, sehingga negara Indonesia terutama PTKI dapat terbebas dari kekerasan seksual,” jelas Nyayu Khodijah.
Lebih lanjut, Nyayu Khodijah berharap sosialisasi yang dilakukan ini bukan hanya dipahami oleh mahasiswa saja, tapi para tenaga pengajar dan dosen juga bisa ikut memahami dan mencegah kekerasan seksual yang kerap terjadi.
“UIN Raden Fatah telah menjadi kampus yang unggul sejak 2023 lalu, dengan akreditasi unggul yang dimiliki UIN Raden Fatah ini, kami berharap dapat menjadikan acuan para dosen untuk peduli terhadap sekitar dan bisa memahami dengan baik mengenai kekerasan seksual, sehingga dapat menjadi garda terdepan bagi mahasiswa yang menjadi korban kekerasan seksual,” pungkasnya.