Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah dan Masyarakt UIN Raden Fatah Resmi Terindeks Scopus

Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah dan Masyarakt UIN Raden Fatah Resmi Terindeks Scopus

HUMAS – UINRF — Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah dan Masyarakat, yang dikelola oleh Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, resmi terindeks Scopus pada tanggal 27 Maret 2025. Pencapaian ini menandai langkah maju dalam peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan akademik UIN Raden Fatah Palembang.

Plt. Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pengelola Jurnal Nurani yang telah bekerja keras dalam meningkatkan mutu dan rekognisi jurnal.

“Indeksasi Scopus ini merupakan bukti nyata bahwa publikasi ilmiah kita semakin diakui secara global. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim pengelola Jurnal Nurani dan Kepala Pusat Pengembangan Jurnal yang telah berusaha maksimal dalam meningkatkan kualitas jurnal ini hingga mencapai tahap ini,” ujarnya, Jumat (28/03/2025).

Kepala Pusat Pengembangan Jurnal LP2M UIN Raden Fatah, Komarudin, M.Pd., menyebut ini hasil kerja keras semua pihak di kampus.

“Ini bukti kerja sama tim yang solid. Kami terus meningkatkan kualitas artikel, menerapkan standar internasional, dan memperluas kerja sama dengan peneliti dalam dan luar negeri. Alhamdulillah, usaha kami membuahkan hasil,” ujar Komarudin.

Ia juga berharap keberhasilan ini bisa jadi semangat bagi jurnal lain di UIN Raden Fatah untuk ikut mengejar kualitas internasional.

“Kami ingin semua jurnal di sini terus berkembang dan diakui dunia,” tambahnya.

Scopus sendiri memberi catatan bahwa jurnal Nurani dinilai memberikan informasi penting tentang isu-isu di Indonesia, meski masih perlu meningkatkan kontribusinya pada debat global.

Dengan terindeksnya jurnal Nurani di Scopus, artikel-artikelnya kini lebih mudah diakses peneliti di seluruh dunia. Ini jadi langkah awal UIN Raden Fatah Palembang untuk semakin dikenal di peta akademik internasional.