logo

Beranda > BERITA > UIN Raden Fatah Palembang

KULIAH TAMU MODERASI BERAGAMA DI PTKIN


2020-10-23 13:24:20 oleh humas 263 PDF Version

img

HUMAS-UINRF,--Acara ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khadijah, M. Si. Dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA, Wakil Rektor I Dr. M. Adil, MA.,Wakil Rektor III Dr. Hj. Hamidah, M. Ag., Ka. Biro AAKK Mirwan Fasta S.Ag, M.Si., Ka Biro AUPK Andi M. Darlis, M.Pd.I., Kepala Pustipd, Direktur Pascasarjana, Para Dekan dan Wakil Dekan serta civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang.

Bersama narasumber Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramadhani, S.TP., M.T., serta Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Amin Suyitno, MA. Terdapat dua tema dalam acara tersebut yaitu, “Kebijakan Kementerian Agama RI tentang Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Negeri Keagamaan Negeri” dan “Langkah-langkah Strategis Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Negeri”.

Dalam sambutannya Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khadijah, M. Si., menyampaikan bahwa agenda tersebut sebagai bentuk sosialisasi kepada civitas akademika terkait penguatan moderasi beragama. “Di awal ini kita ingin kuliah tamu ini memang membahas tentang penguatan moderasi beragama sebagai program utama dan juga menjadi agenda strategis saat ini. Langkah pertama kita lakukan adalah sosialiasi terkait moderasi agama dan nantinya bakal kita realisasikan rumah moderasi,” ujarnya.

Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramadhani, S.TP., M.T., dalam orasi ilmiahnya mengatakan bahwa terkait moderasi beragama perlu memahami kalau keberagamaan itu suatu hal yang dinamis. Moderasi beragama secara prinsip jangan dipahami sebagai moderasi agama, sebab agama sudah terlahir sebagai sebuah konsep yang menyapa kehidupan yang damai. Islam yang begitu ketat dengan salam sesungguhnya itu menyatakan agama ini selalu berada pada poros tengah dan memberikan ruang-ruang perlindungan untuk siapa pun,” ujarnya.

Moderasi beragama adalah sebuah komitmen untuk mengajarkan kepada ruang-ruang yang ada dalam perbedeaan. Dari perbedaan itulah yang tumbuh dan berkembang sehingga produk dari moderasi beragama adalah toleran dan proses untuk bisa moderasi beragama adalah komunikasi yang baik. Untuk perguruan tinggi yang dalam lingkup pendidikan Islam harus memiliki pilar atau nilai yang terangkum dalam kata ihsan, yakni Integritas, Humanisme, Spiritulitas, Adaptability, Nasionality,” pungkasnya. (Ars)

Pemberian Cinderamata