logo

Beranda > BERITA > Lembaga Penjaminan Mutu / LPM

LPM IAIN SAS Babel dan LPM UIN Samarinda Adakan Benchmarking Penjaminan Mutu ke UIN RAFAH


2022-11-23 20:24:12 oleh adminpustipd 330 PDF Version

img

LPMUINRF – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) masing-masing perguruan tinggi melakukan external benchmarking penjaminan mutu dengan LPM UIN Raden Fatah Palembang pada Selasa (22/11/2022) bertempat di ruang rapat Ka.Biro Lt.2 Kantor Pusat Administrasi Kampus B UIN Jakabaring.

Rombongan tim LPM IAIN SAS Babel dipimpin langsung oleh Dr. Ahmad Irvani, SE., M.Ag selaku Ketua LPM bersama Sekretaris Syarifah, M.SI dan dua orang staf LPM. Sementara itu dari LPM UIN Samarinda dihadiri oleh Ketua LPM Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd, Muhammad Iswadi, M.S.I (sekretaris), Kapus Audit dan Pengendalian Mutu, Kapus Akreditasi dan Sertifikasi, Kapus Survey dan Sistem Informasi Mutu, serta satu orang staf support data.

Setibanya kedua rombongan LPM disambut langsung oleh Ketua LPM UIN Raden Fatah Dr. Syahril Jamil, M.Ag, sekretaris Mukti Ali, M.Pd.I beserta Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Kepala Pusat Pendampingan dan Pengembangan Mutu Mahasiswa, dan jajaran staf LPM. Dalam sambutan sebelum dibuka secara formal, terjadi dialog singkat mengenai tata Kelola Perguruan Tinggi dalam konteks mutu, akreditasi prodi dan perguruan tinggi.

External benchmarking penjaminan mutu yang difasilitasi oleh LPM UIN Raden Fatah merupakan upaya sistematis dan konsisten yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi di bawah binaan Kementerian Agama dalam upaya melaksanakan proses penjaminan mutu melalui Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Hal ini sesuai dengan amanat UU No.12 Tahun 2012 bahwa penjaminan mutu perguruan tinggi ditujukan untuk Pendidikan mutu. Oleh karena itu, kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom termasuk IAIN Manado tentunya dituntut untuk terus melakukan pengendalian dan peningkatan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang baik.

Silaturahmi semakin hangat saat memasuki sesi sharing session, selain membahas struktur organisasi masing-masing lembaga penjaminan mutu terdapat 4 (empat) aspek yang didiskusikan diantaranya Sistem Penjaminan Mutu Internal, dokumen persiapan akreditasi program studi, pelaksanaan Audit Mutu Internal dan Monev, evaluasi Beban Kerja Dosen (BKD) setiap semester, pengelolaan akreditasi melalui BAN-PT dan LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri), serta beberapa program-program kerja prioritas LPM untuk mendukung akselerasi mutu perguruan tinggi.

Dalam kegiatan benchmarking ini Dr. Syahril Jamil menjelaskan bahwa UIN Raden Fatah sendiri telah melaksanakan siklus SPMI, meskipun demikian hal tersebut tidak membuat kami berpuas diri dan terus belajar tentang penjaminan mutu dan pengelolaan akreditasi universitas mengingat perubahannya yang begitu cepat.

"Banyak hal terkait sistem penjaminan mutu yang ada dan telah dilaksanakan di UIN Raden Fatah, salah satunya yang tak kalah penting ialah penguatan SDM dan pelaksanaan audit mutu internal. Untuk menjalankan dan menjamin mutu suatu universitas dibutuhkan tim yang mampu bekerja sama, bersinergi Bersama atas dukungan dari pimpinan tentunya dan dalam menjalankan penjaminan mutu harus membuuat target serta jadwal yang terprogram dalam pencapaian terlaksananya siklus PPEPP.” Jelasnya.

Diskusi Panjang mengalir tak terasa hingga dua jam lebih, Kapus Audit dan Pengendalian Mutu Muhamad Afandi, M.Pd.I dalam paparannya juga sempat menyinggung tentang BKD melalui SISTER yang menuntut kita para dosen untuk merapikan data dan portofolio yang ada di PD-Dikti walaupun saat ini kita juga masih menunggu keputusan pasti dari Kemenag.

Dalam lingkungan yang semakin disrupsi saat ini, lembaga pendidikan tidak boleh cepat merasa puas dengan prestasi yang telah dihasilkan selama ini. Lengah sedikit, maka akan ketinggalan dalam memberikan layanan terbaik untuk stakeholdernya. Dengan mengimplementasikan proses benchmarking, manajemen akan memperoleh bahan-bahan yang valid untuk pengambilan keputusan untuk melakukan continuous improvement. Pada sesi terakhir ditutup dengan tanya jawab, penyerahan cinderamata dan dilanjutkan foto bersama. /dL


Berita terkait


Menerima Kunjungan Dekan FITK, LPM adakan Sharing Session 2023-01-19 09:50:37 Oleh adminpustipd
Jelang APT, Tim LPM Diperkuat Dengan Struktur Kapus Baru 2023-01-19 09:48:47 Oleh adminpustipd
Awali Tahun 2023, LPM Gelar Orientasi dan Pembekalan Prodi 2023-01-14 16:37:16 Oleh adminpustipd
                    
universitas terbaik indonesia universitas PTKIN terbaik indonesia universitas Islam terbaik indonesia universitas islam terbaik indonesia