Dedikasikan Wakaf untuk Negeri, UIN Raden Fatah Gelar Kuliah Umum bersama Ketua Umum BWI

Dedikasikan Wakaf untuk Negeri, UIN Raden Fatah Gelar Kuliah Umum bersama Ketua Umum BWI

Ketua Umum Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof Dr.Ir Muhammad Nuh, DEA menyapa mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dalam kuliah umum dengan tema “Dedikasi Wakaf untuk Negeri", Jum'at (17/11/2023).

Kuliah umum ini diselenggarakan bertujuan agar sivitas akademika dan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang dapat menyadari bahwa pengelolaan wakaf yang baik dapat memberikan dampak yang baik khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang.

Wakil Rektor 3 Dr. Hamidah, M.Ag mewakili rektor UIN Raden Fatah, mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang sangat berharga, karena pada kuliah umum ini telah hadir dihadapan kita Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA selaku Ketua Umum Badan Wakaf Indonesia.

Prof. Nuh telah hadir di tengah kita, wawasan, ilmu dan pengalaman Prof. Nuh sangat luas. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena saya mengenal Prof. Nuh adalah orang yang selalu dekat dengan buku, gemar membaca di mana pun berada, sehingga membuat pemikiran, wawasan dan pengetahun Prof Nuh semakin bertambah dan tidak tertinggal di tengah arus gloabalisas ini," ujar Dr. Hamidah.

Lebih lanjut Wakil Rektor 3 menekankan kepada para mahasiswa untuk membudayakan literasi seperti Prof Nuh, membaca di mana pun dan kapan saja, untuk menciptakan generasi yang intelektual ke depannya.

Wakil Rektor 3 juga berharap, kuliah umum ini dapat membekali para mahasiswa tentang wakaf yang produktif dan bagaimana strategi penggalangan dana wakaf, membuka semangat pemikiran akademisi tentang pentingnya wakaf. Selain juga sebagai upaya membuka jaringan dengan BWI, agar UIN Raden Fatah Palembang dapat berkontribusi utuk membesarkan wakaf di negeri Indonesia ini.

Sementara itu, Prof. Nuh menyampaikan kepada para peserta kuliah umum untuk bersyukur, karena dapat ditakdirkan sebagai generasi millennial  yang berpendidikan, karena tidak semua orang dapat mengenyam pendidikan dan memiliki masa depan.

Peserta yang hadir hari ini harus bersyukur karena ditakdirkan menjadi generasi millennial dan berpendidikan. Kemudian setelah rasa syukur, para mahasiswa harus memiliki orientasi dan pandangan yang kuat ke mana akan melanjutkan masa depan," jelas Prof. Nuh.

Ketua Umum BWI juga menekan kepada para peserta kuliah umum untuk menanamkan dan membangun narasi optimisme, sehingga semua harapan yang ada dan segala sesuatu yang telah diperjuangkan akan berjalan menuju kearah kebaikan.

Dengan optimisme, kita dapat menghadapi persoalan menjadi sebuah tantangan yang menghadirkan adanya peluang untuk memperoleh jawaban dalam mengatasi sebuah permasalahan atau persoalan," ujar Ketua Umum BWI.

Prof Nuh juga mengatakan bahwa UIN Raden Fatah dapat menjadi penentu bukan yang ditentukan untuk membangun masa depan dan mendukung indonesia maju menuju kejayaan, dengan menyiapkan generasi creative minority menjadi creative majority.

Prof Nuh juga menekankan kepada peserta kuliah umum untuk menjadikan wakaf sebagai <em>new lifestyle</em>. Karena dengan wakaf akan menciptakan generasi bermasa depan yakni merubah sesuatu yang mustahil menjadi mudah diraih.

Wakaf bukan hanya investasi akhirat, tetapi juga investasi yang manfaatnya bisa didapat di dunia dan akhirat, bagi diri sendiri dan masyarakat, pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Dekan Fakultas Eknomi dan Bisnis Islam (FEBI) Dr. Heri Junaidi, MA juga menyampaikan bahwa UIN&nbsp;Raden Fatah ke depannya akan membuat sebuah program pusat cash waqf. Dekan FEBI juga berharap dengan adanya kuliah tamu ini, mahasiwa UIN Raden Fatah khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dapat menyadari pentingnya wakaf dalam perekonomian.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris&nbsp;BWI beserta anggota&nbsp;BWI, pimpinan cabang bank mega, perwakilan dari pegadaian serta para dekan dan wakil dekan di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang.

Penulis: Riska Amelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *